Instalasi Rehabilitasi Medik merupaka bagian di RUMAH SAKIT UMUM BUDI RAHAYU PEKALONGAN yang memberikan pelayanan terapi fisik dan rehabilitasi secara terintegrasi dan komprehensif yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup dengan mengurangi keterbatasan atau gangguan fungsi yang ada. Gangguan yang terjadi dapat disebabkan oleh penyakit, proses degeneratif, trauma, gangguan tumbuh kembang pada anak.

Instalasi Rehabilitasi Medik RSU. BUDI RAHAYU PEKALONGAN terdiridari Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi, Fisioterapis, Okupasi Terapis, Terapis Wicara.

Pelayanan Instalasi Rehabilitasi Medik RUMAH SAKIT BUDI RAHAYU PEKALONGAN meliputi :

  1. Konsultasi dengan Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi (Sp. KFR), berupa:
    1. Pemeriksaan
    2. Penegakkan diagnosis
    3. Peresepan program terapi dan evaluasi
    4. Tindakan dokter dengan menggunakan Laser
  2. Fisioterapi, adalah pelayanan kesehatan yang ditujukan kepada individu dan atau  kelompok untuk mengembangkan, memelihara, memulihkan gerakdan fungsi tubuh sepanjang daur kehidupan dengan menggunakan penanganan secara manual, peningkatan gerak dan fungsi, peralatan (fisik, elektroterapeutik, danmekanik), dan latihan tumbuh kembang anak.
  3. Okupasi Terapi, yaitu bentuk layanan kesehatan kepada masyarakat atau pasien yang mengalami gangguan fisik dan atau mental dengan menggunakan ltihan/aktivitas untuk meningkatkan kemandirian individu. Tujuan utama dari  Okupasi terapi adalah memungkinkan individu untuk berperan serta dalam aktivitas keseharian. dalam memberikan pelayanan kepada individu, okupasi terapi memperhatiakn aset (kemampuan) dan limitasi (keterbatasan) yang dimiliki individu, dengan memberikan aktivitas yang purposeful (bertujuan) dan meaningful (bermakna). Dengan demikian diharapkan individu tersebut dapat mencapai kemandirian dalam aktivitas produktivitas (pekerjaan/pendidikan), kemampuan perawatan diri (self care),dan kemampuan penggunaan waktu luang (leisure).
  4. TerapiWicara, memberikan terapi pada penderita gangguan komunikasi yaitu gangguan kelainan bahasa, bicara, suara ,irama/ kelancaran dan gangguan menelan sehingga penderita mampu berinteraksi dengan lingkungan secara wajar. 

Instalasi  Rehabilitasi Medik memberikan pelayanan  berupa Fisioterapi, Okupasi Terapi dan Terapi Wicara

 

1. Laser
Leser

Terapi laser merupakan prosedur non invasif yang dapat menembus jauh kedalam jaringan tubuh. Sehingga dapat mengurangi nyeri dan membantu perbaikan dan penyembuhanj aringan tubuh.

Terapi laser memiliki keunggulan untuk menciptakan reaksi biokimia dalam jaringan tubuh untuk perbaikan sel, meningkatkan sirkulasi darah, dan mengurangi reaksi peradangan dan pembengkakan. Selain itu terapi laser untuk mengurangi nyeri untuk berbagai indikasi, nyeri sub akut, sub kronis, dan kronis serta nyeri trigger points myofascial

Selama proses terapi laser, pasien akan merasakan  sensasi rasa hangat pada daerah yang diterapi. Setelah terapi  selesai, keluhan nyeriakan berkurang atau menghilang, terapi ini berlangsung sesuai dengan anjuran atau saran dari dokter spesialis rehabilitasi medis.

Indikasi : Plantar fasciitis, Tennis Elbow, Shoulder Calcific Tendinitis, Achilles Peritendinopathy, Myofascial Trigger Poin Syndrome, dll

2. IR (Infra Red)
Infrared

Terapi infrared adalah salah satu jenis terapi dalam ilmu kedokteran fisik dan rehabilitasi yang menggunakan gelombang elektromagnetik infra merah dengan karakteristik gelombang.

Terapi ini memberikan pemanasan superfisial pada daerah kulit diterapi sehingga menimbulkan beberapa efek fisiologis yang diperlukan untuk penyembuhan.

Terapi IR ini  dapat memperbaiki sirkulasi/suplai darah didaerah nyeri , dengan perhatian akan lamanya terapi kerana pemberian yang terlalu lama akan meyebabkan kongesti dan perubahan jaringan, selain itu dapat Meningkatkan metabolisme daerah terapi, dengan perhatian bila ada gangguan sirkulasi maka metabolit tidak dibuang sehingga akan terakumulasi, Meningkatkan produksi keringat yang dapat membantu eliminasi metabolit, Meningkatkan amabang rangsang pada saraf sensori hingga dapat mengurangi rasa nyeri, serta mengurangi dan menghilangkan rasa sakit.

Indikasi setelah operasi pasang pen, kekakuan pada otot, nyeri sendi.

3. Transcutaneus Elektrical Nerve Stinulation (TENS)

      Tens adalah salah satu modalitas atau teknik Fisioterapi untuk mengurangi nyeri dengan menggunakan energi listrik yang sudah dimodifikasi untuk merangsang sistem saraf.

Pemeriksaan dengan menggunakan terapi tens bertujuan untuk mengurangi rasa nyeri dan mengurangi rasa sakit.

Indikasi : Pada nyeri paska operasi, khas ditandai oleh pemecahan lemak, kenaikan kadar gula darah dan gangguan fungsi pertahanan tubuh.

Tens Portable
Tens Besar
4.Ultra Sound
 

Terapi ultrasound adalah metode pengobatan yang menggunakan teknologi ultrasound atau gelombang suara untuk merangsang jaringan tubuh yang mengalami kerusakan.

Keunggulan  dari terapi ini mengurangi nyeri dengan intensitas jaringan yang lebih dalam Pemeriksaan ultrasonografi menggunakan alat transducer (probe) dan gel yang dioleskan di atas kulit. Gelombang suara frekuensi tinggi akan ditransmisikan dari probe melalui gel di kulit. Transducer akan mengumpulkan gelombang suara yang memantul dari dalam tubuh dan komputer akan menggunakan gelombang suara untuk menciptakan gambar di layar. Ultrasonografi tidak menggunakan radiasi ionizing (seperti pada X-ray), sehingga tidak ada paparan radiasi terhadap pasien. Selain kelebihan tersebut, Ultrasonografi bisa menangkap gambar dengan segera, sehingga dapat menunjukkan struktur dan gerakan organ di dalam tubuh. Ultrasonografi muskuloskeletal akan memberikan gambaran otot, tendon, ligamen, sendi, dan jaringan lunak dalam tubuh.

Indikasi : Plantar fasciitis, Tennis Elbow, Shoulder Calcifik Tendinitis, Achilles Peritendinopathy, Myofascial Trigger Poin Syndrome, dll

Ultra Sound
5.Traksi
 

Traksi merupakan tahanan yang dipakai dengan berat atau alat lain untuk menangani kerusakan atau gangguan pada tulang dan otot.

Keunggulanterapi ini antara lain dapat  menangani fraktur, dislokasim/spasme otot dalam usaha untuk memperbaiki deformitas dan mempercepat penyembuhan.

Indikasi: trauma akut/inflamasi, hipermobilitas/instabilitas, hipertensi yang tidak terkontrol, fraktur, osteoporosis, spondilosis, selama proses terapi keluhan nyeri harus melakukan monitoring

Traksi

Jam Pelayanan Instalasi Rehabilitasi Medik meliputi:

NO

LAYANAN

HARI

JAM

1

dr. Stefanus, Sp.KFR

Senin & Rabu

13.00 s/d selesai

 

 

Selasa & Kamis

15.00 s/d selesai

2

Dr. Robby Cahyadi,Sp. KFR

Jumat

16.30 s/d selesai

 

 

Sabtu

11.30 s/d selesai

3

Fisioterapi

Senin & Selasa

08.00 s/d 18.00

 

 

Rabu

08.00 s/d 16.00

 

 

Kamis & Jumat

10.30 s/d 18.00

 

 

Sabtu

08.00 s/d 11.30

4

Terapi Wicara

Senin s/d Sabtu

08.00 s/d 13.00

 

 

Senin s/d Jumat

16.00 s/d 18.30

5

Okupasi Terapi

(jadwal menyesuaikan)

 

 

 

 

 

 

Hari Minggu dan Hari Libur Nasional tutup

Leave a Comment